Task Force DPP Kunjungi Batam: Hanura Kepri Ditantang Buktikan Konsolidasi Bukan Sekadar di Atas Kertas

In Uncategorized
Agustus 11, 2026

BATAM, Beritasatukepri.com – Konsolidasi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai memasuki fase penguatan mesin organisasi. Setelah struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Kepri dinyatakan lengkap, pekerjaan berikutnya diarahkan pada penuntasan struktur hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Agenda tersebut dibahas dalam konsolidasi dan rapat teknis Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura bersama jajaran DPD dan DPC Hanura se-Kepri di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Selasa (11/8/2026).

Kehadiran Task Force DPP menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional untuk memastikan kesiapan struktur sekaligus administrasi organisasi Hanura di daerah.

Tim Task Force DPP Hanura dipimpin Patrice Rio Capella selaku ketua, bersama Sekretaris Hanurani dan Koordinator Teknis Yossie Indra P. Tim tersebut juga diperkuat Indah Sri Rezeki, Ratna E. Ltobing, Togar M. Nero, Yoseph L. Raja, Che Reihan Capella serta Ketua Umum DPP Laskar Muda Hanura (Lasmura), Heru Margi Pangestu.

Dari DPD Hanura Kepri hadir Ketua Ady Hermawan, SE., MM, Sekretaris Rudi Chua, SE dan Bendahara Tumbur Hutasoit.

Jajaran DPC Hanura Kota Batam turut hadir, di antaranya Ketua H. Raja Hery Mokhrizal, SH., MH., Sekretaris Herdiansyah, ST, Wakil Ketua Yan Alriyadi, Korcam Dapil 1 Oki Indra Purnama, Korcam Dapil 2 Hermansyah, ST, Ketua PAC Batu Ampar Sofyan Oscar Tanjung dan Ketua PAC Lubuk Baja Jhon Bosco Herry.

Sementara DPC Tanjungpinang diwakili Ketua Reni, SE dan Sekretaris Berry Kurniawan. DPC Karimun hadir melalui Ketua Rodiansyah, SE, Sekretaris Dedi Jarliyostika dan Bendahara Joko Warsilo. Adapun DPC Bintan diwakili Ketua Tamsyir dan Sekretaris Cucun Hidayat.

DPC Lengkap, 30 PAC Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Ketua DPD Hanura Kepri Ady Hermawan dalam pemaparannya mengungkapkan perkembangan struktur organisasi Hanura di wilayah Kepri.
Ia menyebut pembentukan DPC Hanura di seluruh kabupaten dan kota se-Kepri telah mencapai 100 persen. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pembentukan PAC.

Dari total kebutuhan 80 PAC, baru 50 PAC yang telah terbentuk. Artinya, capaian pembentukan PAC baru berada di angka sekitar 63 persen, sementara sekitar 30 PAC masih harus dituntaskan.
“Pembentukan DPC se-Kepri sudah 100 persen. Untuk PAC sudah 50 dari 80, atau sekitar 63 persen. Ini akan terus berjalan sampai lengkap 100 persen,” ujar Ady.

Menurut Ady, proses pembenahan struktur dan administrasi akan terus dilakukan. DPD dan DPC juga masih menunggu arahan serta petunjuk teknis dari Tim Task Force DPP Hanura.

Patrice: Hanura Kepri Tidak Berangkat dari Nol

Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella menegaskan kunjungan ke Batam merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi nasional.

Batam menjadi provinsi ketiga yang didatangi Task Force setelah Banten dan Sumatera Utara. Usai agenda di Kepri, tim dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan.
“Tim Task Force datang ke provinsi yang ketiga setelah Banten dan Sumatera Utara, Medan. Setelah dari Kepulauan Riau, sore ini kami harus melanjutkan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan,” kata Patrice.

Patrice melihat Hanura Kepri memiliki modal organisasi yang cukup untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, partai tidak sedang memulai pembangunan organisasi dari kondisi kosong.
“Hanura tidak dimulai dari nol. Ini harus terus bergerak karena saat ini sudah ada,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan konsolidasi Kepri bukan hanya sebagai agenda administratif. Struktur yang telah terbentuk dituntut mampu menjadi fondasi bagi penguatan kader dan pergerakan organisasi hingga tingkat bawah.

Patrice juga memberikan apresiasi terhadap semangat kader Hanura di Kepri. Ia menilai kesiapan dan militansi kader di daerah tersebut memberikan kesan positif dan berpotensi menjadi contoh bagi jajaran Hanura di daerah lain.

Bukan Sekadar Lengkap di Atas Kertas

Dengan struktur DPC yang telah mencapai 100 persen, tantangan Hanura Kepri kini bergeser. Persoalannya bukan lagi semata-mata membentuk kepengurusan, tetapi bagaimana memastikan struktur tersebut benar-benar aktif dan mampu menggerakkan organisasi.

Masih adanya 30 PAC yang belum terbentuk menunjukkan pekerjaan konsolidasi belum selesai.

Penyelesaian struktur PAC menjadi penting untuk memperluas jangkauan organisasi hingga tingkat kecamatan. Dari 80 PAC yang dibutuhkan, 50 sudah terbentuk dan 30 lainnya masih menunggu penyelesaian.

Kehadiran Task Force DPP di Batam diharapkan menjadi pemantik bagi jajaran Hanura Kepri untuk mempercepat proses tersebut.

Pesan yang mengemuka dalam konsolidasi itu jelas: struktur harus bergerak, kader harus bekerja dan organisasi harus hadir sampai ke tingkat paling bawah.

Dengan modal DPC yang sudah 100 persen dan PAC yang terus dikebut menuju 100 persen, Hanura Kepri kini ditantang membuktikan bahwa konsolidasi bukan sekadar kelengkapan administratif.

Singa Hanura yang selama ini berada di dalam kandang, kini dituntut segera mengaum di Kepulauan Riau.

Red-BSK