BerandaUncategorizedKetum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas

Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas

Date:

Related stories

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

BATAM, Beritasatukepri.com - Aliran air yang kembali lancar membawa...

Putra Daerah Berkarya untuk Negeri, Ali Topan, S.H. Jadi Project Leader PLTS Pulau Sembur

BATAM, KEPRI, Beritasatukepri.com — Semangat putra daerah untuk kembali...

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

BATAM, Beritasatukepri.com – Lapas Batam bersama jajaran TNI, Polri,...

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

BATAM, Beritasatukepri.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus...
spot_imgspot_img

Jakarta, Ketua Umum DPP Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia (GHLHI), Bakti Lubis, menyoroti penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dengan menekankan pentingnya langkah tegas dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan.

Dalam keterangannya, Bakti Lubis menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar agar kepemimpinan baru di sektor lingkungan hidup mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah meningkatnya kasus pencemaran dan kerusakan ekosistem di berbagai daerah.
“Kami mengucapkan selamat kepada Menteri Lingkungan Hidup yang baru. Namun tantangan ke depan tidak ringan, sehingga dibutuhkan keberanian dalam mengambil langkah strategis dan tegas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus menjadi prioritas utama, terutama terhadap pelaku perusakan lingkungan baik di darat maupun wilayah pesisir.
“Menteri Lingkungan Hidup harus berani memperkuat penegakan hukum. Tidak boleh ada kompromi terhadap aktivitas yang merusak alam. Negara harus hadir memberikan efek jera kepada para pelanggar,” tegasnya.

Bakti Lubis juga menyampaikan sentilan terhadap kinerja sebelumnya yang dinilai belum maksimal dalam memberikan dampak signifikan terhadap penanganan kasus-kasus lingkungan.
“Dalam beberapa waktu terakhir, penanganan kasus kerusakan lingkungan belum menunjukkan greget yang kuat. Ke depan, kami berharap ada pendekatan yang lebih progresif dan tegas, bukan sekadar administratif,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi lingkungan hidup nasional saat ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan dan membutuhkan respons cepat, terukur, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Ia menegaskan bahwa GHLHI siap berperan aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah serta mendukung langkah-langkah strategis Menteri Lingkungan Hidup dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami siap bersinergi, sekaligus mengawasi agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada perlindungan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat luas,” tutupnya.

Red-BSK/HA

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img