Beritasatukepri.com
BATAM -Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, memberikan klarifikasi terkait sebuah pemberitaan yang mengangkat kalimat “saya lagi di atas perut ini” menjadi judul berita.
Ia menegaskan ucapan tersebut hanyalah bagian kecil dari percakapan dan maknanya berubah jika dipisahkan dari konteks aslinya, Jumat (21/8/2026).
Kejadiannya bermula saat seusai salat Jumat, seorang wartawan menghubunginya lewat telepon dan meminta waktu pertemuan. “Saat itu saya sedang akan makan siang. Saya bilang: ‘Saya lagi makan pak, makanan saja masih di atas perut. Sepertinya hari ini belum bisa bertemu, kita jadwalkan Senin saja’,” jelas Dohar mengulang percakapan saat itu.
Ia sangat keberatan ketika hanya potongan kalimat tersebut yang ditampilkan sebagai judul berita. “Tentu orang bisa memahami secara berbeda, padahal maksud saya sangat sederhana — saya sedang makan dan meminta waktu bertemu diganti hari lain,” ujarnya.
Dohar menegaskan sama sekali tidak menolak ataupun menghindari konfirmasi dari pihak media. Sebaliknya, ia mengakui peran penting pers sebagai pengawas kinerja pemerintah. “Saya sangat terbuka — kalau ada temuan, masalah atau dugaan pelanggaran di lingkungan DLH, silakan tanya langsung dan kami jelaskan berdasarkan data yang ada,” tegasnya.
Menurutnya, meminta menggeser jadwal karena sedang beristirahat atau makan bukanlah bentuk penghalang komunikasi dengan wartawan. Yang ditekankan adalah bagaimana sebuah kutipan disajikan kepada masyarakat.
Judul berita harus mewakili fakta secara utuh, bukan memilih bagian yang paling menarik saja lalu membiarkan makna aslinya hilang. “Jangan sampai potongan ucapan membentuk pandangan yang berbeda dari apa yang sebenarnya sampaikan,” kata Dohar.
Ia juga menjelaskan bahwa langkah memberikan klarifikasi ini bukanlah upaya membungkam kebebasan pers. Hak memberikan penjelasan justru penting agar masyarakat mendapatkan gambaran lengkap sebelum mengambil kesimpulan. “Silakan kritik, silakan awasi kinerja kami — tetapi lakukan berdasarkan informasi yang lengkap, terverifikasi dan berimbang,” tambahnya.
Pada akhirnya, persoalan ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara kebebasan menyampaikan berita dan tanggung jawab jurnalistik. Pers tetap harus tajam dan teliti meneliti masalah, namun tetap menjaga supaya setiap kutipan, fakta dan konteks tetap terjaga keutuhannya.
Dohar menutup dengan harapan agar semua pihak selalu berpegang pada prinsip berita yang akurat, berimbang dan berdasar fakta sebenarnya. “Kalau ada masalah, bicaralah secara terbuka dan jelas — yang penting semua berdasarkan data dan kenyataan,” pungkasnya. (Mat)
Red-BSK/HA
