BerandaBerita KepriKadis DLH Batam Klarifikasi: “Makanan Masih di Atas Perut” Dipotong Tanpa Konteks Asli

Kadis DLH Batam Klarifikasi: “Makanan Masih di Atas Perut” Dipotong Tanpa Konteks Asli

Date:

Related stories

Suplai Air Batam Berangsur Normal, BP Batam dan ABHi Perkuat Layanan Di Wilayah Prioritas

BATAM, Beritasatukepri.com - Upaya pemulihan dan peningkatan layanan air...

Wartawan Dipukul dan Dihina Saat Pertanyakan Kavling, Salman Dilaporkan ke Polisi‎‎

BATAM, Beritasatukepri.com – Persoalan sengketa kavling di wilayah Kelurahan...

Bidik Investasi Jepang, BP Batam Jalin Sinergi Dengan KBRI IIPC dan BNI Tokyo

BATAM, Beritasatukepri.com Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat posisi Batam...

Eri Palgunadi Raih Penghargaan Best Chief Marketing Officer (CMO) Award 2026

BATAM, Beritasatukepri.com -JNE kembali menorehkan prestasi gemilang. SVP Marketing Group...
spot_imgspot_img

Beritasatukepri.com

BATAM -Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, memberikan klarifikasi terkait sebuah pemberitaan yang mengangkat kalimat “saya lagi di atas perut ini” menjadi judul berita.

 Ia menegaskan ucapan tersebut hanyalah bagian kecil dari percakapan dan maknanya berubah jika dipisahkan dari konteks aslinya, Jumat (21/8/2026).

Kejadiannya bermula saat seusai salat Jumat, seorang wartawan menghubunginya lewat telepon dan meminta waktu pertemuan. “Saat itu saya sedang akan makan siang. Saya bilang: ‘Saya lagi makan pak, makanan saja masih di atas perut. Sepertinya hari ini belum bisa bertemu, kita jadwalkan Senin saja’,” jelas Dohar mengulang percakapan saat itu.

Ia sangat keberatan ketika hanya potongan kalimat tersebut yang ditampilkan sebagai judul berita. “Tentu orang bisa memahami secara berbeda, padahal maksud saya sangat sederhana — saya sedang makan dan meminta waktu bertemu diganti hari lain,” ujarnya.

Dohar menegaskan sama sekali tidak menolak ataupun menghindari konfirmasi dari pihak media. Sebaliknya, ia mengakui peran penting pers sebagai pengawas kinerja pemerintah. “Saya sangat terbuka — kalau ada temuan, masalah atau dugaan pelanggaran di lingkungan DLH, silakan tanya langsung dan kami jelaskan berdasarkan data yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, meminta menggeser jadwal karena sedang beristirahat atau makan bukanlah bentuk penghalang komunikasi dengan wartawan. Yang ditekankan adalah bagaimana sebuah kutipan disajikan kepada masyarakat. 

Judul berita harus mewakili fakta secara utuh, bukan memilih bagian yang paling menarik saja lalu membiarkan makna aslinya hilang. “Jangan sampai potongan ucapan membentuk pandangan yang berbeda dari apa yang sebenarnya sampaikan,” kata Dohar.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah memberikan klarifikasi ini bukanlah upaya membungkam kebebasan pers. Hak memberikan penjelasan justru penting agar masyarakat mendapatkan gambaran lengkap sebelum mengambil kesimpulan. “Silakan kritik, silakan awasi kinerja kami — tetapi lakukan berdasarkan informasi yang lengkap, terverifikasi dan berimbang,” tambahnya.

Pada akhirnya, persoalan ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara kebebasan menyampaikan berita dan tanggung jawab jurnalistik. Pers tetap harus tajam dan teliti meneliti masalah, namun tetap menjaga supaya setiap kutipan, fakta dan konteks tetap terjaga keutuhannya. 

Dohar menutup dengan harapan agar semua pihak selalu berpegang pada prinsip berita yang akurat, berimbang dan berdasar fakta sebenarnya. “Kalau ada masalah, bicaralah secara terbuka dan jelas — yang penting semua berdasarkan data dan kenyataan,” pungkasnya. (Mat)

Red-BSK/HA

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img