SMPN 57 Batam Hadirkan Pembelajaran Kontekstual Melalui Praktik Pembuatan Tempe dan Tapai Singkong

In Uncategorized
Juni 30, 2026

SMPN 57 Batam Hadirkan Pembelajaran Kontekstual Melalui Praktik Pembuatan Tempe dan Tapai Singkong

Beritasatukepri.com – BATAM Selasa.(30/6/2026) -Suasana belajar di SMPN 57 Batam, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, tampak berbeda.

Dibimbing oleh guru IPA mereka, Violanti Anarky, S.Pd., kegiatan ini menggunakan model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL). Tujuannya agar materi yang tadinya terasa abstrak dan penuh teori bisa menjadi lebih nyata dan mudah dipahami oleh siswa.

Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), para siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan proses pembuatan tempe dan tapai singkong sebagai bentuk penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL).

Kegiatan ini dilaksanakan pada jam pelajaran IPA dan dilanjutkan melalui kegiatan kokurikuler lintas mata pelajaran yang mengintegrasikan IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang utuh, mulai dari memahami konsep fermentasi, mengenal nilai ekonomi produk pangan, hingga menyusun laporan hasil pengamatan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Pada praktik pembuatan tempe, siswa mempelajari setiap tahapan proses, mulai dari pemilihan dan perendaman kedelai, perebusan, pengupasan kulit ari, pencampuran ragi, hingga proses fermentasi.

Setelah beberapa hari, hasil fermentasi menunjukkan keberhasilan dengan terbentuknya tempe yang padat, berwarna putih, dan siap dikonsumsi.

Selain itu, siswa juga mempraktikkan pembuatan tapai singkong. Singkong yang telah dikukus didinginkan, kemudian diberi ragi dan difermentasi sesuai prosedur. Hasilnya, tapai yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, aroma khas fermentasi, dan cita rasa manis, menandakan proses fermentasi berlangsung dengan baik.

Kepala SMPN 57 Batam, Gusri Yenita, S.Pd.., M.Pd, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pembelajaran kontekstual ini. Menurutnya, pembelajaran akan lebih bermakna apabila siswa mengalami sendiri proses belajar dan mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan praktik seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh keterampilan, menumbuhkan sikap kerja sama, tanggung jawab, ketelitian, serta kreativitas. Inilah esensi pembelajaran kontekstual, yaitu belajar dari pengalaman nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka bekerja dalam kelompok, saling berdiskusi, membagi tugas, hingga mempresentasikan hasil praktik yang telah dilakukan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Melalui inovasi pembelajaran ini, SMPN 57 Batam terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang aktif, kreatif, dan bermakna. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung sehingga ilmu yang diperoleh menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Praktik pembuatan tempe dan tapai singkong menjadi bukti bahwa pembelajaran sains dapat dikemas secara menarik sekaligus menanamkan kecakapan hidup (life skills) yang bermanfaat bagi peserta didik, sejalan dengan upaya SMPN 57 Batam dalam mencetak generasi yang berkarakter, terampil, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Red-BSK/HA