BerandaUncategorizedUpacara Hari Amal Bakti Kemenag, Amsakar Tekankan Kerukunan dan Penguasaan Teknologi

Upacara Hari Amal Bakti Kemenag, Amsakar Tekankan Kerukunan dan Penguasaan Teknologi

Date:

Related stories

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

BATAM, Beritasatukepri.com – Lapas Batam bersama jajaran TNI, Polri,...

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

BATAM, Beritasatukepri.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus...

BENTROKAN DI SETOKOK, POLDA KEPRI TETAPKAN TIGA TERSANGKA

BATAM, Beritasatukepri.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda...

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
spot_imgspot_img

BeritaSatuKepri Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya penguatan kerukunan umat beragama serta penguasaan teknologi di era kecerdasan buatan saat memimpin Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di MAN 1 Batam, Sagulung, Sabtu (3/1/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Batam, para kepala madrasah, guru, serta pelajar. Pada kesempatan tersebut, Amsakar membacakan sambutan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang mengangkat tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Dalam sambutan itu, Amsakar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu mendorong kemajuan.

“Kerukunan itu bukan sekadar tidak adanya pertikaian. Kerukunan adalah kekuatan yang menyatukan perbedaan menjadi sinergi untuk mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Kementerian Agama sejak awal berdirinya Republik Indonesia merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Para pendiri bangsa, katanya, telah meletakkan fondasi kuat agar kementerian ini menjadi penjaga nilai keagamaan yang damai sekaligus penggerak kesejahteraan sosial.

“Indonesia dibangun oleh keberagaman. Karena itu, tugas kita hari ini adalah merawat perbedaan agar tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” tutur Amsakar.

Pada bagian lain, Amsakar menyinggung pentingnya meneladani sejarah peradaban Islam yang pernah melahirkan pusat keilmuan dunia, seperti Baitul Hikmah. Integrasi antara nilai agama dan ilmu pengetahuan, menurutnya, relevan untuk menghadapi dinamika global saat ini, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Di era kecerdasan buatan, kita tidak boleh tertinggal. Kita harus hadir memberi warna, memastikan teknologi berkembang dengan nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Amsakar mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama memperkuat sinergi dan pengabdian, sejalan dengan tema HAB ke-80.

“Dengan kerukunan, pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, saya optimistis Indonesia akan melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” ujarnya.

Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan serta penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana kepada 30 aparatur sipil negara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam melayani umat dan bangsa. (Red)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img