BerandaUncategorizedErlita Amsakar Pimpin Rakerda TP-PKK Batam, Rumuskan Program 2026 dan Penguatan Kader

Erlita Amsakar Pimpin Rakerda TP-PKK Batam, Rumuskan Program 2026 dan Penguatan Kader

Date:

Related stories

BENTROKAN DI SETOKOK, POLDA KEPRI TETAPKAN TIGA TERSANGKA

BATAM, Beritasatukepri.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda...

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

UKW PWI Kepri Angkatan 17 Sukses Digelar, 32 Wartawan Dinyatakan Kompeten Dari 36 Peserta

BATAM, Beritasatukepri.com — Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan...

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

BATAM, Beritasatukepri.com - Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian sosial...
spot_imgspot_img

Beritasatukepri Batam – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP-PKK Kota Batam Tahun 2025 di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rakernas di Kalimantan Timur serta Rakerda tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Bintan.

Rakerda menjadi forum strategis bagi TP-PKK Kota Batam untuk memaparkan sekaligus merumuskan program kerja tahun 2026. Dalam sambutannya, Erlita menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur TP-PKK kecamatan dan kelurahan.

“Rakerda ini menjadi tempat kita menyusun program-program yang akan dijalankan pada 2026. Terima kasih kepada TP-PKK kecamatan dan kelurahan yang telah hadir,” ujar Erlita.

Ia menekankan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum memperkuat kiprah PKK dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, maju, dan berdaya. Di tengah . Di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam, sejumlah persoalan tetap membutuhkan perhatian serius.

“Angka stunting memang menurun, tetapi kita masih memiliki beberapa wilayah rawan yang harus mendapat intervensi. Penanganannya tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga edukasi pola asuh, pendampingan ibu hamil, hingga memastikan lingkungan yang sehat,” jelasnya.

Selain isu stunting, Erlita juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba serta perdagangan orang (trafficking) yang dinilainya memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk peran aktif para kader PKK di lapangan.

Menurut Erlita, Rakerda menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan setiap program PKK benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Mari jadikan forum ini sebagai ruang menyatukan langkah dan merumuskan rencana kerja yang terarah. Di sini kita juga memaparkan hasil Rakernas dari setiap pokja agar implementasinya tepat dan berkelanjutan,” tutupnya. (Red)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img