BerandaUncategorizedBP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan...

BP Batam Kurangi Biaya Operasional Rutin, Perkuat Belanja Modal Produktif Demi Tingkatkan Pelayanan Investasi

Date:

Related stories

BENTROKAN DI SETOKOK, POLDA KEPRI TETAPKAN TIGA TERSANGKA

BATAM, Beritasatukepri.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda...

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

UKW PWI Kepri Angkatan 17 Sukses Digelar, 32 Wartawan Dinyatakan Kompeten Dari 36 Peserta

BATAM, Beritasatukepri.com — Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan...

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

BATAM, Beritasatukepri.com - Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian sosial...
spot_imgspot_img

Kinerja keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga 15 Juni 2026 menunjukkan tren yang positif.

Beritasatukepri.com -BATAM -Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp 899,23 miliar atau 36,73 persen dari target tahunan. Angka ini meningkat 19,93 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi belanja BP Batam mencapai RP 546,75 miliar atau tumbuh 19,64 persen dari periode yang sama tahun 2025 lalu.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa peningkatan PNBP ini mencerminkan aktivitas investasi dan ekonomi yang terus berkembangan di Kota Batam.

Di sisi lain, lanjut Amsakar, peningkatan realisasi belanja menunjukkan percepatan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan. Sehingga, masyarakat maupun pelaku usaha dapat merasakan langsung manfaatnya.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam semakin baik dan optimal. Kami ingin mengoptimalkan penggunaan PNBP ini sehingga percepatan program pembangunan infrastruktur bisa terselesaikan dengan optimal,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI dua hari lalu, Amsakar juga memaparkan bahwa BP Batam memperoleh pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp 2,437 triliun yang seluruhnya berasal dari skema pembiayaan PNBP.

Pagu tersebut terbagi ke dalam dua program utama, Program Dukungan Manajemen (Rp 1,094 triliun) dan Program Pengembangan Kawasan Strategis (Rp 1,343 triliun).

Namun, melihat realitas dan beragam persoalan hari ini, Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengusulkan rekomposisi anggaran tahun 2027. Melalui usulan tersebut, terdapat pergeseran anggaran Program Dukungan Manajemen sebesar Rp 131,26 miliar atau sekitar 5 persen dari total pagu menuju Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Artinya, Amsakar – Li Claudia ingin realisasi anggaran bisa lebih efektif, dengan mengurangi biaya operasional rutin dan dialihkan kepada belanja modal yang produktif. Dengan harapan, pengurangan belanja administratif ini dapat meningkatkan porsi anggaran yang secara langsung berdampak pada pembangunan kawasan, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan iklim investasi.

“Penguatan anggaran pembangunan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pengembangan infrastruktur lingkungan hidup termasuk instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, dan penguatan konektivitas darat seperti drainase dan infrastruktur jalan,” tegas Amsakar lagi.

Menurut Amsakar, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi BP Batam dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan investor sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui rekomposisi anggaran tersebut, BP Batam berharap pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih cepat, iklim investasi semakin kompetitif, serta kontribusi Batam terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional dapat terus meningkat.

“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran Tahun 2027,” pungkasnya. (DN)

Red-BSK/H.Aritonang

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img