BerandaUncategorizedAmsakar Bangga, Kapal FLF Permata Borneo 1 Buatan Batam Resmi Diluncurkan

Amsakar Bangga, Kapal FLF Permata Borneo 1 Buatan Batam Resmi Diluncurkan

Date:

Related stories

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Batam Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

BATAM, Beritasatukepri.com – Lapas Batam bersama jajaran TNI, Polri,...

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

BATAM, Beritasatukepri.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus...

BENTROKAN DI SETOKOK, POLDA KEPRI TETAPKAN TIGA TERSANGKA

BATAM, Beritasatukepri.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda...

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
spot_imgspot_img

BeritaSatuKepri Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peluncuran kapal tipe Floating Landing Facility (FLF) Permata Borneo 1 di Galangan PT Bahtera Bahari Shipyard, Jalan Patimura, Sei Kassam, Telaga Punggur, Senin (19/1/2026). Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri maritim nasional, khususnya di Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberhasilan produksi kapal FLF karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun di Batam. Ia menyebut momen tersebut sebagai catatan sejarah baru dalam industri perkapalan Indonesia.

“Pagi ini kembali tercipta sejarah. Kapal dengan kategori seperti ini di Indonesia masih sangat terbatas, jumlahnya sekitar tujuh unit dan sebagian besar merupakan produk luar negeri. Namun, kapal ini merupakan hasil produksi Batam dan karya anak bangsa,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, peluncuran FLF Permata Borneo 1 menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia telah mampu menguasai seluruh tahapan pembangunan kapal, mulai dari perancangan desain, proses fabrikasi, hingga peluncuran.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak bangsa sudah siap, mulai dari mendesain, merancang, merakit, hingga akhirnya meluncurkan kapal secara mandiri,” katanya.

Amsakar juga menyoroti peran strategis Batam sebagai pusat industri galangan kapal nasional. Dari sekitar 250 galangan kapal yang tersebar di Indonesia, lebih dari 130 di antaranya beroperasi di Batam dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, pembangunan satu unit kapal saja mampu menggerakkan roda perekonomian daerah serta membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat.

“Satu kapal ini saja sudah melibatkan banyak tenaga kerja dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan sektor maritim yang berdaya saing.

“Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris PT Bahtera Bahari Shipyard, Hengky Suriawan, mengatakan bahwa FLF Permata Borneo 1 merupakan kapal floating landing facility pertama yang diproduksi di dalam negeri. Kapal tersebut dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh tenaga kerja Indonesia.

“Kapal jenis floating landing facility ini adalah yang pertama dibuat di Indonesia dan merupakan karya anak bangsa,” jelas Hengky.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi baru serta memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan industri maritim unggulan. (Red)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img