BerandaUncategorizedAksi Wali Kota Amsakar Ahmad bersama Mahasiswa Batam Tanam 2.000 Mangrove Demi...

Aksi Wali Kota Amsakar Ahmad bersama Mahasiswa Batam Tanam 2.000 Mangrove Demi Masa Depan Bumi

Date:

Related stories

RAJAWALI dan Pemuda Katolik Sentil Pemko Batam: Jangan Cuma Terbitkan Imbauan! Butuh Aksi Nyata

BATAM, Beritasatukepri.com — Kondisi kabut asap yang mulai mengkhawatirkan...

Dukung Kemudahan Layanan, Disdukcapil Datang ke HKBP Batam Center, Yang dimotori Mangihut Rajagukguk Anggota DPRD Batam

BATAM, Beritasatukepri.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)...

BP Batam Perbaiki Jalan Gajah Mada Jalur Sei Ladi: Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mulai 18 Oktober 2026

BATAM, Beritasatukepri.com — Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan...

Peduli Kesehatan Masyarakat, BP Batam Bagikan Masker di Tengah Sebaran Kabut Asap

BATAM, Beritasatukepri.com — Menurunnya kualitas udara akibat kabut asap...

Utamakan Kebutuhan Air Warga, BP Batam Buka Peluang Kemitraan Swasta dan Pemerintah

BATAM, Beritasatukepri.com — Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan...
spot_imgspot_img

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti aksi penanaman mangrove bersama mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di kawasan pesisir Tanjung Bemban, Nongsa, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan bertajuk “Save Mangrove, Save The World” tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam upaya menjaga lingkungan serta memitigasi krisis iklim.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam. Menurutnya, pertumbuhan daerah harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Melindungi mangrove sama dengan menjaga dunia. Saat ini kita menghadapi tantangan besar terkait keseimbangan ekologi. Seiring pembangunan Batam yang semakin pesat sebagai kota industri, kita harus bijak mencari formula agar lingkungan tetap lestari sebagai titipan bagi anak cucu kita,” ujar Amsakar.

Amsakar yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNRIKA mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya semangat saat kegiatan seremonial saja. Saya berharap pemahaman teoretis yang didapat di kampus dapat diimplementasikan secara nyata. Jadilah agen yang menyebarkan informasi positif dan konstruktif tentang pentingnya menjaga ekosistem di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Yasri Efendi, mengapresiasi kehadiran Wali Kota Batam dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Amsakar menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

Ia juga mengungkapkan kondisi mangrove di Batam yang mengalami penyusutan cukup signifikan. Dari luas awal sekitar 11.760 hektare, kini kawasan mangrove tersisa sekitar 1.700 hektare.

“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, hari ini kami menanam sekitar 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dengan teknik jarak tanam 1×4 meter. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang hadir memberikan semangat baru bagi anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Yasri.

Kegiatan konservasi tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Yayasan Kusuma di bawah pembinaan Ismeth Abdullah. Penanaman mangrove dinilai penting karena tanaman tersebut memiliki kemampuan menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan tumbuhan darat, sekaligus menjadi habitat penting bagi biota laut yang menopang perekonomian masyarakat pesisir.

Red-BSK/HA

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img