BerandaUncategorizedTitiek Soeharto Ketua Komisi IV DPR-RI Apresiasi Transformasi NusakambanganJadi Sentra Ketahanan Pangan...

Titiek Soeharto Ketua Komisi IV DPR-RI Apresiasi Transformasi NusakambanganJadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Date:

Related stories

BENTROKAN DI SETOKOK, POLDA KEPRI TETAPKAN TIGA TERSANGKA

BATAM, Beritasatukepri.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda...

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

UKW PWI Kepri Angkatan 17 Sukses Digelar, 32 Wartawan Dinyatakan Kompeten Dari 36 Peserta

BATAM, Beritasatukepri.com — Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan...

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

BATAM, Beritasatukepri.com - Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian sosial...
spot_imgspot_img

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan
Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Beritasatukepri.com – Cilacap, INFO_PAS – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi
kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan
sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan
kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
(Menimipas), Agus Andrianto.
Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah program unggulan, mulai dari Workshop Fly Ash
Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja
Konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.
“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya
kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini
bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” harapnya.
Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pemasyarakatan berisiko tinggi
telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas
pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat. “Nusakambangan yang kita dengar selalu seram,
bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak
produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.
Sementara itu, Menimipas menyampaikan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan
menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Ia menjelaskan jajaran
Pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh Lapas dan Rutan sebagai
dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upayaupaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh
Lapas dan Rrutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program
ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.
Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan
ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan,
konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat. Transformasi tersebut menjadi wujud
komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan Warga
Binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Red-BSK/HA

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img